Sate Babi di Denpasar

19 12 2008

Selain saya menyukai sate babi buatan sendiri, saya juga getol mencoba sate babi di tempat – tempat lain. Berikut tempat sate babi yg bisa di cicipi di denpasar:

– Sate Babi Bali .com

Sate Babi di denpasar yang melayani pesan antar ke wilayah bali seperti denpasar, sanur, kuta, legian, seminyak, kerobokan, canggu, ubud, nusadua, jimbaran, uluwatu. Satebabibali.com ini porsi tusuknya besar-besar. Jangan lupa pesan, minta antar ke rumah, hotel, villa tempat menginap. webnya ada di www.satebabibali.com

– Sate babi Art Center
terletak di depan Art Center Kreneng Bali.
jenis bumbu : bali (bumbu merah & saus tauco)

– Sate babi Yudhistira
terletak di jalan yudistira, berada persis di perempatan jalan.
jenis bumbu : kecap & plecing.

– Sate babi Polres Kuta
terletak di depan Polres Kuta, ada warung yg sudah di kenal cukup lama.

– Sate di warung babi Guling
biasanya ada di tiap warung babi guling, jenis bumbu biasanya bumbu bali.

– Sate babi pinggir jalan
terletak di pinggir jalan kecil, biasanya muncul waktu sore, pukul 3 – 6 sore menggaet pelanggan yg pulang kerja. Jenis bumbu hampir dipastikan bumbu bali.





Menginjak usia bulan ke-3

18 12 2008

Warungku di bulan Desember memasuki bulan ketiga semenjak dibuka pada 8  September. Selama 90 hari, Warung Guan pun berproses layaknya usaha lain. Pada internal, ada karyawan yg keluar dengan alasan yg sungguh tidak terduga sehingga karyawan yg lain dan satu satunya harus bekerja ekstra keras mengelola warung dari pagi hingga malam.  Setelah sebulan lamanya, baru mendapatkan karyawan pengganti dan load kerja kembali normal.

Dalam 90 hari pula, Warung Guan telah menarik perhatian bagi pengguna jalan yg lewat untuk mampir dan makan di warung kami, baik yang dari sekedar menoleh menunggu lampu hijau traffic light sampai yg tergoda mencium bakaran sate babi yg terbawa angin saat melewati warung.

Tidak kalah penting juga teman2 dari komunitas Kaskus Regional Bali yg berpartisipasi menjajal sate babi guan saat Warung Guan menggelar promosi “Warung Guan 50% discount untuk kaskuser”. Hasilnya, pelanggan dan pengunjung Warung Guan secara perlahan mengalami peningkatan.

Tidak di pungkiri bahwa Makanan merupakan selera pribadi masing masing,  dari semua pengunjung juga ada beberapa atau sebagian yang tidak cocok dengan resep yang kami sajikan atau hal baru di lidah mereka. Untuk itu, dari awal slogan kami mencoba mengatakan bahwa kami menyajikan rasa baru daripada buaian buaian marketing.   Kami cukup senang dengan adanya pengunjung baru dan pengunjung yang balik lagi, menandakan setidaknya rasa baru itu di terima.

Proses 90 hari juga memutuskan kami menambah variasi menu baru, yang dari awalnya hanya menu Sate Babi, sekarang bisa dinikmati Soto Daging bumbu Madura ( Babi , Babat , Iga , Balung ) , Sup , Ayam Bakar Khas bumbu Jawa tidak lupa pendamping seperti kerupuk bisa di jumpai di Warung Guan.





Babi Guling Bali

18 11 2008

Para babitarian pasti tahu dgn makanan khas pulau dewata ini yaitu Babi Guling. Whole babi di panggang dgn cara di puter/ guling2 sampai warna coklat keemasan mewarnai kulit pertanda sudah kering. Cara menggulingnya pun harus rata dan memakan waktu cukup lama. Kalau terlalu panas, daging bagian dlm masih mentah.. klo panas kurang… ya ga matang2..🙂

Bumbu babi guling memakai “base genep”, bumbu rempah2 bervariasi di masukkan ke perut babi yg sudah di keluarkan isinya.

Setelah di guling… Babi Guling di sajikan dgn di potong2… kulitnya crunchy plus sambal matah dan kuah babi..

LEZAT TENAN…





Sate Sate

17 11 2008

Setiap tahun menjelang malam hari raya Imlek, keluarga besarku .. encek, itio, engko, engso, engkong, emak, dan sebutan kerabat dlm tradisi tionghoa, tak ketinggalan mama papa & brothers pada berkumpul di rumah emak / nenek sewaktu masih hidup dulu. Suasana Imlek selalu meriah penuh dgn kebahagian, yg laki kongkow kongkow, yg cewek gosip dan bantu bantu emak, yg kecil2 pada bermain kesana kemari. Maklum rumah emak emang gede, di belakang ada pabrik petis di daerah srengganan dekat pasar Pabean.

Saat malam tiba, beberapa meja di gabung di ruang tamu dan gambarannya mirip dgn meja di perjamuan terakhir he🙂 . Setelah taplak di tata, semua makanan yg disiapkan untuk hari raya musim semi di letakan berjajar di meja. inilah saat yg di tunggu tunggu setahun sekali, besaran perayaan buat saya setara dgn perayaan natal karena kita meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan beberapa anggota keluarga datang dari jawa tengah.

yg dituakan di persilahkan ngobrol dan memimpin berdoa menurut keyakinan masing2. dan akhirnya…

Makan!!!!!! he he he

Makanan buatan Emak memang enak sekali, beliau pandai sekali memasak dan berbisnis. Emak saya adalah orang Jawa Pribumi berkulit gelap asli yg di persunting dgn Engkong/Kakek yg berdarah tionghoa. Hasil perkawinannya adalah papa saya dan tante2 yg mempunyai mata lebar, berkulit gelap tapi cina alias hitaci (hitam tapi cina). saya masih ingat beberapa masakan beliau :

  • Semur lidah.
  • Ayam coco.
  • Sop merah.
  • Sate babi.
  • Rawon.
  • Bistik (baca: beef steak)
  • Krensengan ginjal.
  • Babi kecap.

Sudah hampir 15 tahun waktu berlalu tapi masih terbayang makanannya wuihh🙂

Dari semua masakan itu, saya suka sekali sama Sate Babi-nya , rasanya unik , bumbunya khas , sambal pedas kecutnyaaa jg bikin engga bisa nahan untuk makan terus.

Ga heran, dari Emak.. nurun ke Ortu , dari Ortu nurun ke Saya. Pelahap mania Sate Babi. Tidak jarang mama saya membakar sate untuk anak2nya yg doyan makan. Dalam beberapa saat kemudian….. abiss tanpa sisa.

Begitulah makanan Sate menjadi makanan favorit saya dan mewarnai perjalanan hidup saya  yg bermula dari 2 generasi sebelum saya.